Peran Figuran

Setiap manusia berakting, lahir dan mati, merangkak dan berjalan, tertawa dan bersedih, mencintai dan mengerti di dalam roll film mereka masing-masing. Semuanya menjadi pemeran utama dalam kehidupannya yang panjang, dan berakhir pada mati. Mungkin saat episode pertama, kita lahir dan menatap dunia untuk pertama kali, dan pemeran lain yang pertama kita tahu adalah ibu. Episode berlanjut saat kita beranjak remaja dan bermain bermain bersama sahabat. Kemudian di episode selanjutnya di SMA, kita menemukan cinta pertama, menikah, punya anak, seterusnya sampai tuhan mematikan TV-nya. Semuanya ingin (atau terpaksa?) menjadi bintang dalam filmnya masing-masing.

Namun untuk pertama kalinya, ada seseorang yang ingin tampil sebagai pemeran figuran dalam film kehidupannya sendiri. Hidup dengan biasa-biasa saja, jarang diperhatikan, tampil sederhana dan tidak mencolok. Barangkali adalah sebuah pilihan yang bagus, jika melihat pemeran utama yang selalu dihadapkan dengan banyak masalah, terlihat lemah. 

Saat matahari pagi bersinar dengan lembut, pria itu bangun dari tidurnya yang tenang. Dia tak berlari-lari mengikuti hiruk-pikuk kehidupan yang sibuk. Sebaliknya, dia menghirup napas pagi dengan tenang, menikmati keheningan yang diberikan oleh pagi yang baru. Dia adalah sosok yang terbiasa dengan rutinitasnya yang sederhana. Setiap langkahnya pun ditempuh dengan hati-hati. Berjalan di tengah keramaian, tetapi tak pernah menarik perhatian. 

Seiring berjalannya waktu, pria itu melewati berbagai episode kehidupan. Dia tak pernah mencari perhatian atau popularitas. Untuknya, menjadi pemeran figuran bukanlah tanda kelemahan, melainkan pilihan bijak untuk hidup dalam ketenangan. Dia tahu betul bahwa dalam kesederhanaan itulah kebahagiaan sejati terletak. Dia tidak berusaha menjadi bintang yang bersinar terang di langit gelap kehidupan. Sebaliknya, dia menemukan kepuasan dalam memainkan peran figuran yang mendukung pemeran utama lainnya.

Banyak orang mungkin menganggap hidupnya itu hambar, tanpa warna, atau tidak berarti. Tetapi bagi pria itu, hidup adalah tentang menghargai keindahan yang tersembunyi di balik kehidupan sehari-hari. Di antara kerumunan yang terburu-buru, pria itu mungkin terlupakan. Tetapi dia tahu, kehidupannya bukan tentang menjadi pusat perhatian. 

Ah, mungkin tidak ada hal yang lebih indah daripada menjadi pemeran figuran yang tampil sederhana dalam film kehidupan kita sendiri, iya kan?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mimpi yang Aneh